Uji Nutrien Air Limbah: Nitrat, Fosfat, Amonia untuk Kontrol IPAL

Uji nutrien pada air limbah digunakan untuk menilai beban senyawa nitrogen (N) dan fosfor (P) yang berpotensi memicu eutrofikasi di badan air penerima. Sederhananya, nutrien itu seperti “vitamin” untuk alga—kalau kebanyakan, alga bisa pesta dan oksigen terlarut (DO) yang jadi korbannya. Karena itu, hasil uji nutrien penting untuk kontrol proses IPAL sekaligus pemenuhan kewajiban kepatuhan.

Artikel ini membahas tiga parameter yang paling sering dikaitkan dengan nutrien: amonia (NH3-N), nitrat (NO3–N), dan fosfat (PO4/total fosfor). Anda juga akan melihat bagaimana regulasi domestik terbaru menempatkan NH3-N sebagai parameter kunci, sementara nitrat/fosfat umumnya mengikuti baku mutu sektor/izin.

Learn more

Uji Nutrien (Nitrat, Fosfat, Amonia) pada Air Limbah: Indikator Beban Pencemar

Pentingnya Uji Nutrien dalam Pengendalian Air Limbah

Uji nutrien pada air limbah berfungsi untuk mengetahui kandungan senyawa yang mengandung nitrogen (N) dan fosfor (P), seperti nitrat (NO₃⁻), fosfat (PO₄³⁻), dan amonia (NH₃-N).
Kandungan unsur ini sangat menentukan tingkat pencemaran dan potensi eutrofikasi di perairan penerima limbah.

Air limbah yang kaya nutrien dapat mempercepat pertumbuhan alga dan tumbuhan air berlebih. Kondisi ini menurunkan kadar oksigen terlarut (DO), mengganggu biota, dan menurunkan kualitas air.
Oleh karena itu, uji nutrien seperti nitrat, fosfat, dan amonia menjadi langkah penting dalam pengendalian beban pencemar sebelum air limbah dibuang ke lingkungan.

Learn more