Uji nutrien pada air limbah digunakan untuk menilai beban senyawa nitrogen (N) dan fosfor (P) yang berpotensi memicu eutrofikasi di badan air penerima. Sederhananya, nutrien itu seperti “vitamin” untuk alga—kalau kebanyakan, alga bisa pesta dan oksigen terlarut (DO) yang jadi korbannya. Karena itu, hasil uji nutrien penting untuk kontrol proses IPAL sekaligus pemenuhan kewajiban kepatuhan.
Artikel ini membahas tiga parameter yang paling sering dikaitkan dengan nutrien: amonia (NH3-N), nitrat (NO3–N), dan fosfat (PO4/total fosfor). Anda juga akan melihat bagaimana regulasi domestik terbaru menempatkan NH3-N sebagai parameter kunci, sementara nitrat/fosfat umumnya mengikuti baku mutu sektor/izin.
Learn more