Uji Detergen dan Surfaktan

Uji detergen dan surfaktan pada air limbah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kandungan bahan aktif pembersih yang masih tersisa dalam aliran limbah cair.
Surfaktan merupakan senyawa aktif permukaan yang banyak digunakan dalam industri kimia, tekstil, makanan, dan rumah tangga.
Namun, jika tidak diolah dengan benar, residu surfaktan dapat menyebabkan pembentukan busa, menurunkan kualitas air, dan mengganggu proses biologis dalam sistem IPAL.

Oleh karena itu, pengujian parameter ini sangat penting untuk menilai efisiensi pengolahan air limbah serta dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas industri maupun domestik.

Uji Detergen dan Surfaktan pada Air Limbah | Ekalab

Regulasi dan Baku Mutu Surfaktan

Parameter surfaktan termasuk dalam baku mutu wajib berdasarkan:

  • Permen LHK No. 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah
  • Permen LHK No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Industri

Batas maksimum kadar surfaktan dalam air limbah adalah:

  • ≤ 1 mg/L untuk limbah domestik
  • ≤ 5 mg/L untuk limbah industri

Nilai ini mengacu pada kadar MBAS (Methylene Blue Active Substances), yaitu indikator senyawa surfaktan anionik yang umum digunakan dalam detergen.

Proses dan Metode Uji Surfaktan

Pengujian dilakukan menggunakan metode SNI 06-6989.51-2005 atau APHA 5540C, dengan tahapan:

  1. Pengambilan Sampel
    Dilakukan pada titik keluaran IPAL atau saluran pembuangan, menggunakan botol kaca bersih.
  2. Ekstraksi MBAS
    Surfaktan diekstraksi dengan larutan methylene blue dan pelarut kloroform untuk membentuk kompleks biru.
  3. Pembacaan Absorbansi
    Warna biru yang terbentuk diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 652 nm.
  4. Perhitungan Konsentrasi
    Nilai absorbansi dibandingkan dengan kurva standar MBAS untuk mendapatkan kadar mg/L surfaktan dalam sampel.

Laboratorium Ekalab menggunakan instrumen UV-Vis terkini dan telah terakreditasi KAN ISO/IEC 17025:2017, memastikan setiap hasil uji valid, presisi, dan dapat ditelusuri.

Dampak Lingkungan Akibat Surfaktan

Kelebihan surfaktan dalam air limbah dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:

  • Pembentukan busa berlebih di permukaan air sungai atau IPAL.
  • Gangguan proses biologis, karena surfaktan bersifat toksik bagi mikroorganisme pengurai.
  • Penurunan oksigen terlarut (DO) akibat terbentuknya lapisan film pada permukaan air.
  • Pencemaran estetika, seperti bau dan warna pada badan air.

Dengan demikian, kontrol kadar surfaktan merupakan langkah penting dalam mencegah degradasi kualitas air dan mendukung kinerja IPAL yang berkelanjutan.

Keunggulan Ekalab dalam Uji Surfaktan

Sebagai laboratorium lingkungan terakreditasi KAN ISO 17025, Ekalab menyediakan layanan pengujian surfaktan dengan keunggulan:

  • Metode uji SNI & APHA yang diakui secara internasional.
  • Hasil uji presisi tinggi, sah untuk pelaporan PROPER & izin lingkungan.
  • Pelaporan cepat dalam format digital resmi (PDF bertanda tangan).

Ekalab membantu perusahaan memastikan limbah cair tetap aman, sesuai regulasi, dan ramah lingkungan.


FAQ: Pertanyaan Umum

1. Apa itu surfaktan dan mengapa perlu diuji?
Surfaktan adalah bahan aktif permukaan yang menurunkan tegangan air. Jika berlebih dalam limbah, dapat menimbulkan busa dan mencemari lingkungan.

2. Seberapa sering uji surfaktan dilakukan?
Idealnya setiap 3 bulan atau sesuai frekuensi pelaporan lingkungan.

3. Apakah surfaktan memengaruhi kinerja IPAL?
Ya. Kadar surfaktan tinggi dapat mengganggu proses biologi, terutama pada sistem lumpur aktif.

4. Apakah Ekalab dapat melakukan sampling di lapangan?
Ya. Tim Ekalab siap melakukan pengambilan sampel di seluruh wilayah dengan SOP terstandar KAN.

Hubungi Kami

Laboratorium Lingkungan Ekalab
Terakreditasi KAN ISO/IEC 17025:2017

Blok HTML – Artikel / Dokumen Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *