Uji nutrien pada air limbah digunakan untuk menilai beban senyawa nitrogen (N) dan fosfor (P) yang berpotensi memicu eutrofikasi di badan air penerima. Sederhananya, nutrien itu seperti “vitamin” untuk alga—kalau kebanyakan, alga bisa pesta dan oksigen terlarut (DO) yang jadi korbannya. Karena itu, hasil uji nutrien penting untuk kontrol proses IPAL sekaligus pemenuhan kewajiban kepatuhan.
Artikel ini membahas tiga parameter yang paling sering dikaitkan dengan nutrien: amonia (NH3-N), nitrat (NO3–N), dan fosfat (PO4/total fosfor). Anda juga akan melihat bagaimana regulasi domestik terbaru menempatkan NH3-N sebagai parameter kunci, sementara nitrat/fosfat umumnya mengikuti baku mutu sektor/izin.

Mengapa Uji Nutrien Krusial untuk IPAL
Secara operasional, uji nutrien membantu Anda:
- Mengidentifikasi sumber beban pencemar (domestik, proses produksi, pembersihan/CIP, dll).
- Mengevaluasi efektivitas unit biologis (nitrifikasi–denitrifikasi) dan kontrol fosfor.
- Mengantisipasi risiko blooming alga dan penurunan DO pada badan air penerima.
- Menentukan prioritas perbaikan proses (aerasi, alkalinitas, waktu tinggal, dosing kimia, dll).
- Menyusun bukti uji yang rapi untuk audit/pelaporan.
Parameter Nutrien yang Umum Diuji
1) Amonia (NH3-N)
Amonia adalah bentuk nitrogen tereduksi yang relatif “reaktif” secara biologis. Kadar NH3-N tinggi dapat menurunkan performa proses biologis dan berisiko terhadap ekosistem perairan.
2) Nitrat (NO3–N)
Nitrat adalah bentuk nitrogen teroksidasi. Nitrat sering meningkat jika nitrifikasi berjalan baik, tetapi dapat tetap tinggi jika denitrifikasi tidak optimal (misalnya kekurangan sumber karbon, DO terlalu tinggi di zona anoksik, atau waktu tinggal kurang).
3) Fosfat (PO4 / Total Fosfor)
Fosfat merupakan pemicu utama eutrofikasi. Pada beberapa fasilitas, fosfat meningkat dari deterjen, bahan kimia proses, maupun limbah domestik.
Regulasi dan Baku Mutu yang Perlu Dijadikan Acuan
Bagian “baku mutu” sebaiknya tidak menebak angka. Prinsipnya: beda sumber air limbah, beda regulasi acuan.
A) Air limbah domestik – Permen LHK/BPLH No. 11 Tahun 2025
Untuk air limbah domestik nonkakus (atau gabungan) yang dibuang ke media air, Lampiran I mencantumkan parameter Amoniak (NH3-N) dengan batas berbeda berdasarkan volume air limbah domestik (x, m³/hari):
- x > 50: NH3-N 10 mg/L
- 3 < x ≤ 50: NH3-N 20 mg/L
Pada tabel yang sama, kolom x < 3 pada baris NH3-N tidak dicantumkan.
Untuk air limbah kakus yang dibuang ke media air, Lampiran I mencantumkan NH3-N 50 mg/L.
Catatan praktis:
- Jika fasilitas Anda memiliki persyaratan izin khusus (misalnya dari DLH setempat), ikuti angka pada izin tersebut.
- Untuk nitrat dan fosfat pada domestik, persyaratan sering kali mengikuti ketentuan sektor/izin atau digunakan sebagai parameter kontrol internal (trend IPAL), bukan angka tunggal “nasional” yang seragam.
B) Air limbah industri & sektor spesifik
Untuk kegiatan industri, acuan baku mutu biasanya merujuk regulasi sektor (misalnya ketentuan baku mutu air limbah kegiatan industri) dan/atau persyaratan izin pembuangan. Pada beberapa sektor, nitrogen dan fosfor bisa menjadi parameter penting, tetapi angka baku mutunya sangat tergantung sektor dan izin.
Metode Uji (SNI/APHA) untuk Nitrat, Fosfat, dan Amonia
Laboratorium lingkungan umumnya menggunakan metode SNI dan/atau Standard Methods (APHA) sesuai matriks sampel dan rentang konsentrasi.
Uji Amonia (NH3-N)
Rujukan yang umum dipakai: SNI 06-6989.30-2005 (metode fenat, spektrofotometri).
Uji Nitrat (NO3–N)
Metode yang lazim: SNI 6989.79:2011 (reduksi kadmium, UV-Vis). Untuk rujukan internasional, nitrat juga dibahas dalam seri APHA 4500-NO3.
Uji Fosfat
Metode yang sering digunakan: SNI 06-6989.31-2005 (asam askorbat, spektrofotometri).
Cara Membaca Hasil Uji dan Aksi Pengendalian IPAL
Di lapangan, nilai nutrien jarang berdiri sendiri. Anda perlu membacanya bersama pH, DO, BOD/COD, dan kondisi operasi.
1) Jika NH3-N tinggi
Indikasi umum: nitrifikasi tidak optimal (DO kurang, pH/alkalinitas tidak memadai, beban organik terlalu tinggi, atau waktu tinggal kurang).
Aksi yang lazim:
- Optimasi aerasi dan DO.
- Kontrol pH dan alkalinitas (buffering).
- Perbaikan equalizing (stabilkan beban).
2) Jika nitrat tinggi
Indikasi umum: nitrifikasi berjalan, tetapi denitrifikasi belum optimal.
Aksi yang lazim:
- Pastikan zona anoksik untuk denitrifikasi.
- Pastikan sumber karbon cukup (atau strategi internal carbon).
- Optimasi resirkulasi dan kontrol DO agar tidak “mengganggu” anoksik.
3) Jika fosfat tinggi
Indikasi umum: beban fosfor tinggi dari proses atau bahan kimia.
Aksi yang lazim:
- Penambahan koagulan/precipitant (garam besi/aluminium) pada titik yang tepat.
- Optimasi sludge wasting (biological phosphorus removal butuh kontrol operasi spesifik).
- Identifikasi sumber fosfat (deterjen, CIP, bahan baku) untuk strategi reduksi dari hulu.
Frekuensi Uji dan Titik Sampling yang Disarankan
Praktik yang umum:
- Sampling di outlet IPAL (utama untuk pembandingan ke baku mutu) dan bila perlu inlet untuk evaluasi efisiensi.
- Frekuensi minimal mengikuti izin; untuk kontrol proses, banyak fasilitas menerapkan 1–3 bulanan atau saat ada perubahan beban/operasi.
- Pastikan prosedur pengambilan, pengawetan, dan transport sampel mengikuti SOP agar hasil tidak bias.
Mengapa Uji Nutrien di Ekalab
Ekalab mendukung pengujian nutrien dengan pendekatan yang rapi: metode uji mengacu SNI/APHA, pelaporan terstruktur, dan hasil dapat ditelusuri sesuai sistem mutu laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025.
FAQ
1) Apakah Permen 11/2025 mengatur nitrat dan fosfat untuk domestik?
Pada Lampiran I yang relevan, parameter yang dicantumkan mencakup NH3-N untuk konteks tertentu. Untuk nitrat/fosfat, persyaratan biasanya merujuk baku mutu sektor/izin atau kebutuhan internal kontrol proses.
2) Seberapa sering uji nutrien perlu dilakukan?
Umumnya mengikuti izin. Untuk kontrol IPAL, praktik umum 1–3 bulanan atau saat ada perubahan proses.
3) Kenapa hasil nitrat tinggi padahal amonia sudah turun?
Sering menandakan nitrifikasi berjalan baik, tetapi denitrifikasi belum optimal.
4) Apakah Ekalab bisa bantu rekomendasi parameter uji?
Bisa. Tim akan menanyakan jenis kegiatan, sumber limbah, dan kebutuhan regulasi/operasional agar paket uji tepat sasaran.
Hubungi Ekalab untuk rekomendasi parameter uji, jadwal sampling, dan permintaan penawaran.
Hubungi Kami
Laboratorium Lingkungan Ekalab
Terakreditasi KAN ISO/IEC 17025:2017